Minggu, 24 Maret 2013

Chandro Tomar, Sniper Tertua Dunia

chandro tomar sniper tua

Kulit keriput, rambut beruban, serta senyum yang ramah merupakan tampilan umum untuk seorang nenek. Begitu juga dengan Chandro Tomar, seorang nenek umur 78 tahun asal Baghpat, Uttar Pradesh, India. Dari tampilannya ini nenek memang seperti nenek-nenek pada umumnya, tapi jangan salah lur karena dibalik senyum ramahnya dia merupakan seorang sniper profesional!

Di umurnya yang sudah lanjut ini kemampuan matanya tetap saja masih tajam, tercatat dia telah memenangkan 25 kontes menembak jitu tingkat nasional di India. Uniknya Nek Chandro yang sudah punyai 6 anak dan 15 orang cucu ini baru memulai belajar tembak-menembak ketika dia berumur 68 tahun. Itu artinya Nek Chandro berhasil menguasai teknik tembak-menembak hanya dalam waktu 10 tahun.

Semua bermula saat 10 tahun lalu ketika cucu Nek Chandro tertarik untuk ikut sebuah klub menembak. Akan tetapi karena sang cucu malu untuk datang sendirian maka dia pun mengajak neneknya. Awalnya Nek Chondra hanya menunggu cucunya tapi karena tertarik akhirnya dia memutuskan untuk mencoba dan hasilnya Nek Chandro pun jadi ketagihan dan berlatih rutin sejak saat itu.

"Awalnya saya hanya mendukung cucu, tapi saya justru sangat menikmatinya dan bergairah. Pelatih sangat takjub dengan kemampuan saya. Dan saya pun rutin pergi ke klub setiap pekan," ujarnya penuh semangat.

Farooq Phatan, sang pelatih sangat kagum kepadanya, bidikannya sungguh luar biasa. Tangan yang kokoh serta mata yang tajam membuat talenta Nek Chandro semakin sempurna. Konon saking hebatnya, saat Nek Chandro berlatih tidak ada lelaki yang mau berlatih bersama dengannya karena takut akan dipermalukan. Bahkan lebih mencengangkan lagi Nek Chondra ternyata pernah mengalahkan seorang perwira polisi India.

Meskipun Nek Chondra selalu membawa senapan seharga Rp.17,4 jt setiap hari tapi dia tidak melupakan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Ia masih menjalankan aktifitas memasak ataupun bersih-bersih rumah. Jejak Nek Chondra sendiri ternyata telah diikuti oleh putrinya yang bernama Seema, tercatat putrinya telah memenangkan medali kejuaraan tingkat dunia.

Yah dari kisah Nek Chondra ini kita semua dapat merenung lur! Jika seorang nenek saja bisa berprestasi maka seharusnya kita yang lebih muda ini harus lebih berprestasi! Tetap semangat dan matur nuwun...